Jumat, 03 Februari 2017

BEDA ANTARA BRAND KARTU KREDIT DAN PUBLISHER KARTU KREDIT

BEDA ANTARA BRAND KARTU KREDIT DAN PUBLISHER KARTU KREDIT

Kerapkali dalam satu bentuk fisik kartu credit, kita bakal temukan beragam jenis info disana. Nah, salah satunya kita bakal temukan apa yang dikatakan sebagai brand kartu credit serta publisher credit card.

Lantas, telah tahukah Anda lain keduanya?

Brand kartu credit bisa pula kita sebut sebagai merk kartu credit, atau kerap kita kenal sebagai jaringan kartu credit. Jaringan kartu credit yang ada didunia terdapat banyak jenis, yang terbesar serta kerap kita saksikan logonya dimana-mana yaitu jaringan kartu credit VISA, MasterCard, JCB, serta American Express.

Lalu, diantara jaringan kartu credit sendiri, masihlah bisa dibagi lagi kedalam 2 sub kelompok, pertama yaitu publisher kartu credit (penerbit) serta non-publisher kartu credit (non-penerbit).

Publisher kartu credit
Jaringan kartu credit yang bertindak sebagai publisher atau penerbit kartu credit yaitu jaringan kartu credit yang sekalian juga menerbitkan product kartu creditnya. Mereka mempunyai tehnologi dalam soal system pembayarannya sekalian juga keluarkan product kartu creditnya. Dalam kelompok ini yaitu JCB serta American Express.

JCB adalah product dari Jepang, serta di Jepang, JCB bisa menerbitkan kartu creditnya sendiri. Di Indonesia, JCB tak menerbitkan kartu credit, walau demikian bekerja sama juga dengan bank-bank lokal serta nasional untuk menerbitkan kartu credit dengan merk JCB.

Sama seperti dengan American Express, brand asal Amerika ini adalah product dari Bank of America. Di Amerika, American Express menerbitkan kartu creditnya sendiri. Serta sama seperti seperti JCB, di Indonesia American Express tak menerbitkan kartu creditnya sendiri, namun bekerja sama juga dengan Bank Danamon serta menerbitkan kartu credit Danamon American Express.

Non-Publisher kartu credit
Jaringan kartu credit yg tidak bertindak sebagai publisher, atau bukanlah adalah penerbit kartu credit, yaitu jaringan kartu credit yg tidak keluarkan product kartu credit, hingga mereka cuma sediakan tehnologi pembayarannya saja. Contoh dari brand non publisher yaitu VISA serta MasterCard.

Jaringan yg tidak menerbitkan kartu credit merajut hubungan kerja dengan bank-bank di semua dunia, untuk menerbitkan kartu credit dengan menggunakan merk mereka (VISA atau MasterCard). Misalnya : Bank Mandiri di Indonesia menginginkan menerbitkan product kartu credit. Supaya kartu creditnya ini kelak bisa di terima untuk transaksi di semua dunia, Bank Mandiri merajut hubungan kerja dengan VISA maupun MasterCard. Jadi, jadilah kita lihat kartu credit dengan logo Bank Mandiri serta logo VISA maupun MasterCard.

TERCEKIK BIAYA TARIK TUNAI KARTU KREDIT?

TERCEKIK BIAYA TARIK TUNAI KARTU KREDIT?

terkecuali sebagai media pembayaran, kartu credit dapat juga kita pakai untuk tarik tunai di ATM.

Baca juga : CUMA MODAL KARTU KREDIT, BISA INVESTASI
Feature tarik tunai ini bakal begitu menolong Anda disaat darurat, umpamanya saat Anda tengah memerlukan penambahan duit tunai, sedang waktu itu Anda tak mempunyai saldo di rekening tabungan, ataupun duit tunai dalam genggaman. Untuk keadaan seperti ini, Anda bisa memakai feature tarik tunai di ATM lewat kartu credit yang Anda miliki. Namun, yakinkan limit credit Anda masihlah tersisa saat Anda menginginkan lakukan tarik tunai.

Namun, tahukah Anda kalau untuk lakukan tarik tunai di ATM dengan memakai kartu credit, bakal dikenai cost. Cost ini dimaksud cost tarik tunai atau kontan in advance. Cost tarik tunai disini yaitu cost pemakaian mesin ATM oleh kartu credit Anda, bukanlah cost bunga penarikan tunai. Cost ini bakal ditagihkan di bln. selanjutnya.

Baca berita berkaitan : CROSS BORDER FEE, BIAYA TAK TERLIHAT YANG MUNCUL DI LEMBAR TAGIHAN
Bila demikian, berapakah besar cost tarik tunai ini?  credit card

Biasanya, cost tarik tunai ini rata-rata sebesar 4% atau minimum 50. 000 bergantung mana yang semakin besar. Nyaris semuanya kartu credit memberlakukan cost tarik tunai, bergantung kebijakan semasing.

Yang paling utama serta butuh untuk Anda kenali yaitu kalau cost penarikan sebesar 4% maupun 50. 000 ini dihitung berdasar pada perhitungan sekali ambillah. Jadi, seumpama Anda mengambil duit 100. 000 ataupun 1. 000. 000, cost tarik tunai bakal tetaplah sama, yaitu 50. 000.

Dengan hal tersebut, ada yang berasumsi kalau bila lakukan tarik tunai di ATM, baiknya untuk penarikan yang memanglah nominalnya besar. Serta jangan pernah bila Anda menginginkan mengambil 1. 000. 000, namun Anda menariknya 2 x yaitu 500. 000, 500. 000, jadi Anda bakal dikenai cost penarikan 50. 000 kali 2, pasti besar sekali bukanlah.

ATM-ATM yang ada sekarang ini, biasanya mempunyai batas nominal penarikan. Untuk ATM dengan pecahan nominal 100. 000, batas optimal penarikan sebesar 2. 500. 000, sedang untuk pecahan 50. 000, batas penarikan optimal sebesar 1. 250. 000.

Untuk meminimalkan cost tarik tunai ini, bank-bank penerbit kartu credit memberi jalan keluar untuk bikin mesin ATM yang di keluarkan oleh bank mereka sendiri, hingga nasabah kartu creditnya bisa lakukan tarik tunai di ATM mereka sendiri. Dengan lakukan tarik tunai di ATM sendiri, bank penerbit kartu credit akan tidak kenakan cost tarik tunai.

Namun, tak semuanya sih yang memberlakukan kebijakan seperti itu, karena itu, senantiasa konfirmasikan hal semacam ini pada bank penerbit kartu saat Anda menginginkan bikin kartu credit ^^.

BATAS USIA MINIMAL MEMILIKI KARTU KREDIT

BATAS USIA MINIMAL MEMILIKI KARTU KREDIT

Generasi modern sekarang ini, terlihat makin tergiur dengan system pembayaran memakai kartu. Buktinya yaitu dengan makin banyak jumlah aplikan kartu credit, yang sekalian juga mengisyaratkan makin banyak jumlah peminat kartu credit.

Makin banyak jumlah aplikan kartu credit, mengisyaratkan juga makin dirasanya manfaat dari kartu credit tersebut. Bila telah sekian, timbullah pertanyaan, siapa sajakah yang memiliki hak mempunyai kartu credit? Apakah mereka yang berstatus karyawan, pegawai negeri, pelajar, wiraswasta, atau ibu rumah-tangga, memiliki hak mempunyai kartu credit?
Saya berumur 21 th. serta masihlah mahasiswa, apakah bisa ajukan kartu credit?

Tak, meskipun Anda sudah berumur 21 th. namun status Anda masihlah mahasiswa, serta tak mempunyai pekerjaan dengan pendapatan tetaplah, jadi Anda tidak bisa ajukan kartu credit. Untuk lebih detilnya, saksikan prasyarat mengajukan kartu credit.

Saya belum berumur 21 th., namun telah bekerja serta berpendapatan tetaplah, apakah bisa ajukan aplikasi kartu credit?

Tak, Anda tidak bisa ajukan aplikasi kartu credit bila umur Anda dibawah 21 th., walau Anda sudah bekerja serta berpendapatan tetaplah.

Saya berumur 21 th., masihlah mahasiswa, namun saya mempunyai usaha, apakah dapat ajukan kartu credit?

Ya, Anda bisa ajukan aplikasi kartu credit dengan prasyarat, usaha yang Anda tekuni mempunyai Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP. Surat ini nanti bakal dilampirkan untuk prasyarat mengajukan ke pihak bank penerbit kartu credit.

Saya berumur 21 th., sudah bekerja serta berpendapatan tetaplah, namun upah saya dibawah 3 juta, apakah dapat ajukan permintaan kartu credit?

Tak, menurut ketentuan dari BI, prasyarat upah minimum mengajukan aplikasi kartu credit yaitu 3 juta/bln. atau sama juga dengan 36 juta per th..

Saya berumur 17 th., apakah dapat ajukan kartu credit?

Tak, Anda tidak bisa ajukan aplikasi kartu credit, namun Anda diijinkan mempunyai kartu credit penambahan. Kartu credit penambahan bisa diserahkan oleh pemegang kartu credit paling utama. Pemegang kartu credit paling utama yaitu orang yang memiliki hak ajukan aplikasi kartu credit, serta sudah penuhi semuanya prasyarat mengajukan kartu credit yang diberlakukan oleh bank penerbit kartu credit.

Saya seseorang pelajar sekolah menengah, apakah diijinkan ajukan kartu credit?

Bila Anda seseorang pelajar sekolah menengah, serta tak penuhi kriteria umur minimum ataupun pendapatan minimum, jadi Anda tidak bisa ajukan aplikasi kartu credit. Walau demikian, Anda bisa mempunyai kartu credit penambahan dari orangtua Anda dengan prasyarat umur Anda sudah 17 th..